|
Dalam
breakfast meeting dengan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Mahendra Siregar
di Frankfurt, para pelaku bisnis Jerman menyatakan kepercayaan mereka
semakin kuat terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini diungkapkan Konjen
RI di Frankfurt, Damos Dumoli Agusman setelah acara selesai.
Wamendag Mahendra
Siregar dalam kunjungan transitnya yang sangat singkat di Frankfurt
berkesempatan bertemu dengan pihak IHK/Kadin, asosiasi bisnis, pengusaha,
perbankan dan media pada acara breakfast
meeting di Frankfurt Airport
Conference. Paparan singkat tapi padat pesan Wamendag memberi
keyakinan yang cukup kuat para undangan mengenai peran Indonesia sebagai
anggota G 20 yang merupakan peluang bagi hubungan kerjasama dengan
Jerman.
Breakfast meeting yang dimulai pukul 8
pagi itu, Wamendag Mahendra Siregar menyampaikan paparannya mengenai
peranan Indonesia sebagai anggota G 20 dengan adanya kenaikan GNP
Indonesia diatas satu persen yang memberikan kontribusi yang sangat besar
bagi perekonomian dunia. Negara-negara maju anggota G 20 seperti Amerika
Serikat dan Uni Eropa mulai menurun peranya dalam perekonomian dunia
sehingga dalam pandangannya, negara-negara maju seperti Jerman perlu
meluaskan hubungan dengan emerging
countries seperti Indonesia.
Hal ini dibenarkan oleh
Chistina Ruffert, Executive Manager
Baden-Württemberg International (BW-International/badan
usaha milik negara bagian Baden Württemberg) bahwa Indonesia adalah pasar
yang menarik, telah 3 kali Baden Württemberg melakukan
business trip ke Indonesia sejak tahun
2008 dan merencanakan lagi business trip
pada Juli mendatang. Menurutnya pertemuan ini merupakan langkah awal yang
baik untuk melakukan business trip ke
Indonesia pada bulan Juli ini.
Dr. George H Hundeshagen
PhD dari Prinz Raden Saleh Foundation yang bergerak di bidang konsultan
bagi pelaku Jerman menambahkan bahwa sangat penting bagi pengusaha Jerman
melihat peluang Indonesia yang tidak terbatas. Dikatakan bahwa
perusahaannya banyak membantu perusahaan Jerman yang ingin berinvestasi di
Indonesia yang umumnya bergerak di bidang energi. |